Tugas menumpuk, cari jurnal sana sini, cari referensi
sebanyak-banyaknya, ngabisin waktu buat baca berlembar lembar jurnal, resume buku,
bulak balik google,wa, word, excel.
Yang ada dikepala kita hanya
Hufttttt, lelaaaaahhhh.
EITSSS,
Sabar.
Satu hal yang masih melekat dipikiran saya. Perkataan dari
mba Dewi Nur Aisyah. Kalian tahu, siapa dia? Kalau belum tahu, coba deh kalian
cari tahu.
Kurang lebih, beliau bilang kaya gini,
Kita ini hidup di dunia memang tempat untuk berlelah-lelah. Tau tempat istirahat yang sebenar-benarnya istirahat? Iya, di surga. Tidak akan lagi terasa kelelahan.*
Fitrah manusia lahir kedunia ya memang seperti itu, bekerja lalu merasakan kelelahan. Karena kenapa?ya, karena ini adalah dunia, bukan akhirat yang sebenar-benarnya tempat kita beristirahat.
Hidupnya kita di dunia ini tidak akan menghentikan kita dari
bertemu dengan yang namanya ujian. Iya, sudah tau kan?
Selama kita masih hidup di dunia ujian akan terus datang
kepada kita.
Selama kita masih mengembuskan nafas, masih bisa membuka
mata, masih hidup di dunia ini dan masih merasakan pusing karena sesuatu hal
contohnya tugas yang menumpuk minta
diselesaikan.
Tarik nafas, deh. Pikir baik-baik.
Hal itu yang kamu keluhkan............
adalah anugerah dari-Nya.
Coba, deh. Hamdalah dulu.
Hal itu anugerah, karena kita dikasih kesempatan untuk bisa
merasakan manisnya bangku pendidikan yang diimpikan oleh ribuan orang di luar
sana. (meskipun kelihatannya pait)
Hal itu anugerah, karena kita diberikan jalan dan potensi
untuk meraih salah satu amalan yang akan terus mengalir ‘ilmu yang bermanfaat’
Hal itu anugerah, karena kita masih diberi kesempatan untuk berpikir tentang apa yang seharusnya kita lakukan di sini untuk kehidupan kita di Sana.
Hal itu anugerah, karena kita masih diberi kesempatan untuk berpikir tentang apa yang seharusnya kita lakukan di sini untuk kehidupan kita di Sana.
Jika kita mau merenungi, dan
take a deep breathe for a while.
Banyaknya tugas yang menumpuk itu adalah salah satu ujian
terbaik dari-Nya.
Mungkin saja, keadaan seperti ini menguji kita tentang
seberapa banyak kah kita memprioritaskan-Nya dibandingkan dengan tugas yang
menumpuk yang jika dipikir, tugas menumpuk adalah ciptaan-Nya juga.
Seberapapun berat tugas yang kamu terima saat ini.
Yakin deh, aku, kamu, kita akan bisa menyelesaikannya.
Karena kehidupan kita di dunia ini sudah di jamin olehnya. Dan "laa yukallifullahu nafsan illa wus'ahaa“ ujian yang kita terima tidak akan di luar batas kemampuan kita. (Jadi, tugas jangan diambil pusing, ya. Rileks tapi berprogress, dan jangan lupa dikerjakan dengan hati ikhlas)
Karena kehidupan kita di dunia ini sudah di jamin olehnya. Dan "laa yukallifullahu nafsan illa wus'ahaa“ ujian yang kita terima tidak akan di luar batas kemampuan kita. (Jadi, tugas jangan diambil pusing, ya. Rileks tapi berprogress, dan jangan lupa dikerjakan dengan hati ikhlas)
Tetapi, walaupun begitu. Ada satu hal yang tidak akan kembali dan ada suatu
masa yang tidak dijamin oleh-Nya. Iya, hari yang kita lewati tanpa amalan
shalih di dalamnya dan kehidupan akhirat.
Menurut saya, seharusnya kita ber-hamdalah ketika kita
merasa lelah di hari ini, dan sebaliknya, seharusnya kita merasa tidak tenang
ketika hari-hari yang kita lewatkan namun kita tidak melakukan kelelahan di
dalamnya.
Tentunya kelelahan yang dimaksud adalah lelah yang lilah. Sering dengerkan?
Nah, dengan prinsip lelah lilah kita ga akan pernah yang namanya melewati suatu hari tanpa beramal shalih. Karena jika sesuatu yang kita kerjakan dilakukan dengan niatan ikhlas lillah (apalagi menuntut ilmu), insyaAllah kita ga akan menjadi manusia yang menyesal karena melewatkan hari tanpa amalan shalih.
Tentunya kelelahan yang dimaksud adalah lelah yang lilah. Sering dengerkan?
Nah, dengan prinsip lelah lilah kita ga akan pernah yang namanya melewati suatu hari tanpa beramal shalih. Karena jika sesuatu yang kita kerjakan dilakukan dengan niatan ikhlas lillah (apalagi menuntut ilmu), insyaAllah kita ga akan menjadi manusia yang menyesal karena melewatkan hari tanpa amalan shalih.
Maka dari itu, seberapapun berat kamu merasakan suatu ujian.
Bismillah, lillaah. InsyaAllah, hal itu tidak akan merugikan kita sama sekali.
Keep Strong, Stay Healthy, Take an Action and Make a Progress!
Tertanda,
Mahasiswa yang Sedang Merasakan Hal yang Sama Sepertimu
nb :
*dibahasakan menurut bahasa saya
Waahhhh...
ReplyDeleteTulisannya sungguh menginspirasi kak ;)
This comment has been removed by the author.
ReplyDeleteUwuuu
ReplyDeleteAaaaaa kebayang kalo kamu yang ngomong lo rah:'))
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDelete